Laman

Translate

Jumat, 05 Desember 2014

Warga Kp Cijulang Budayakan acara Seren Taun


Sukaharja, Cijeruk - Bogor
Upacara tradisional seren tahun, atau pergantian tahun kerap diselenggarakan oleh warga Muslim Sunda. Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur warga kepada Sang Pencipta, karena diberikan kenikmatan yang melimpah selama satu tahun. Seperti warga Kp Cijulang, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Bogor-Jawa Barat yang mengadakan upacara tradisional seren taun pada Rabu (19/11) lalu.
Upacara dimulai dengan arak-arakan dongdang yang membawa  berbagai hasil bumi dari salah satu tempat ke tempat pusat acara di gelar. Selanjutnya di serahkan kepada kepala desa dan do’a bersama oleh warga Kp Cijulang.
Sesepuh Kp Cijulang Adin (97) dalam kesempatan sambutannya mengatakan, acara seren taun kali ini merupakan acara seren taun ke 139 kali, yang sudah turun temurun dilaksanakan, dan kali ini merupakan upacara seren taun yang dilaksanakan oleh generasi ke 8.

Lebih lanjut Adin menerangkan secara gamblang generasi ke generasi sampai kepada generasi yang kedelapan. “Pertama mbah Erna, ke dua mbah Enot, ke tiga Mbah Ping Misdan, ke empat ibu Caci, ke lima Mak Oka, ke enam Mbah Ping Usen, ke tujuh Babeh Arta dan Bpk Artan, dan ke delapan yakni kita semua, terangnya menjelaskan kepada warga Kp. Cijulang.
“Ulah dileungitkeun budaya seren taun ieu, ulah eleh ku itu ku ieu, jeung moga sing langkung rame acara seren taun ieu kahareupna (jangan sampai hilang budaya ini, jangan kalah sama itu sama ini, dan kedepan pergantian tahun ini bisa lebih rame).”
Dalam sambutannya Budi Santoso Kepala Desa Sukaharja berjanji, kegiatan seren taun ini akan lebih meriah lagi di tahun-tahun yang akan datang dan akan menjadi agen wajib Pemerintah Desa untuk mengadakan acara seren taun tersebut.
“mudah-mudahan Kp Cijulang selalu ada dalam keberkahan dan ridho Allah SWT, sehingga masyarakatnya lebih makmur dan sejahtera.” Pungkas Budi Santoso.
Acara seren taun yang diisi dengan pertunjukan marawis dan pertunjukan kesenian tradisional wayang golek, juga diisi dengan pemberian santunan bagi 70 orang jompo dan yatim yang ada di Kp Cijulang.
Menurut panitia pelaksana sekaligus ketua RW Aden mengatakan, selain untuk menjaga kearifan lokal budaya kita, khususnya budaya sunda, kegiatan seren taun ini juga merupakan ajang bagi kita untuk saling berbagi kepada sesama, sehingga santunan tersebut dilaksanakan.
Lebih lanjut Aden menerangkan, dana santunan tersebut berasal dari 4 orang donatur dan paguyuban RT dan RW yang selama ini sudah menyisihkan sebagian tunjangan yang di dapat dari pemerintah, itu juga berdasarkan hasil kesepakatan seluruh keua RT dan RW.
Dirinya berpesan, agar generasi muda Kp Cijulang Khususnya, umumnya generasi muda di Indonesia agar selalu senantiasa menjaga dan mencintai budaya bangsa kita sendiri, karena bangsa Indonesia adalah negara besar dan memiliki Budaya besar juga. Pungkas Aden. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar