Sukaharja, Cijeruk - Bogor
Upacara tradisional seren tahun,
atau pergantian tahun kerap diselenggarakan oleh warga Muslim Sunda. Upacara
ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur warga kepada Sang Pencipta, karena
diberikan kenikmatan yang melimpah selama satu tahun. Seperti warga Kp
Cijulang, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Bogor-Jawa Barat yang mengadakan
upacara tradisional seren taun pada Rabu (19/11) lalu.
Upacara dimulai dengan
arak-arakan dongdang yang membawa
berbagai hasil bumi dari salah satu tempat ke tempat pusat acara di
gelar. Selanjutnya di serahkan kepada kepala desa dan do’a bersama oleh warga
Kp Cijulang.
Sesepuh Kp Cijulang Adin (97)
dalam kesempatan sambutannya mengatakan, acara seren taun kali ini merupakan
acara seren taun ke 139 kali, yang sudah turun temurun dilaksanakan, dan kali
ini merupakan upacara seren taun yang dilaksanakan oleh generasi ke 8.
Lebih lanjut Adin menerangkan secara
gamblang generasi ke generasi sampai kepada generasi yang kedelapan. “Pertama
mbah Erna, ke dua mbah Enot, ke tiga Mbah Ping Misdan, ke empat ibu Caci, ke
lima Mak Oka, ke enam Mbah Ping Usen, ke tujuh Babeh Arta dan Bpk Artan, dan ke
delapan yakni kita semua, terangnya menjelaskan kepada warga Kp. Cijulang.
“Ulah dileungitkeun budaya seren
taun ieu, ulah eleh ku itu ku ieu, jeung moga sing langkung rame acara seren
taun ieu kahareupna (jangan sampai hilang budaya ini, jangan kalah sama itu
sama ini, dan kedepan pergantian tahun ini bisa lebih rame).”
Dalam sambutannya Budi Santoso
Kepala Desa Sukaharja berjanji, kegiatan seren taun ini akan lebih meriah lagi
di tahun-tahun yang akan datang dan akan menjadi agen wajib Pemerintah Desa
untuk mengadakan acara seren taun tersebut.
“mudah-mudahan Kp Cijulang selalu
ada dalam keberkahan dan ridho Allah SWT, sehingga masyarakatnya lebih makmur
dan sejahtera.” Pungkas Budi Santoso.
Acara seren taun yang diisi
dengan pertunjukan marawis dan pertunjukan kesenian tradisional wayang golek,
juga diisi dengan pemberian santunan bagi 70 orang jompo dan yatim yang ada di
Kp Cijulang.
Menurut panitia pelaksana
sekaligus ketua RW Aden mengatakan, selain untuk menjaga kearifan lokal budaya
kita, khususnya budaya sunda, kegiatan seren taun ini juga merupakan ajang bagi
kita untuk saling berbagi kepada sesama, sehingga santunan tersebut
dilaksanakan.
Lebih lanjut Aden menerangkan,
dana santunan tersebut berasal dari 4 orang donatur dan paguyuban RT dan RW
yang selama ini sudah menyisihkan sebagian tunjangan yang di dapat dari
pemerintah, itu juga berdasarkan hasil kesepakatan seluruh keua RT dan RW.
Dirinya berpesan, agar generasi
muda Kp Cijulang Khususnya, umumnya generasi muda di Indonesia agar selalu
senantiasa menjaga dan mencintai budaya bangsa kita sendiri, karena bangsa
Indonesia adalah negara besar dan memiliki Budaya besar juga. Pungkas Aden. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar